Berhasil Tembus 20 Besar, Desa Boloh Ikuti Sekolah Pemuda Desa 2019

Boloh- AMKU, Berhasil mewakili Kabupaten Grobogan, Proposal Pengolahan Kotoran Sapi
dari Karang Taruna Desa Boloh Kecamatan Toroh berhasil menembus 20 besar dari 169 proposal yang
masuk dalam rangka persyaratan mengikuti Sekolah Pemuda Desa 2019. Dalam proposal tersebut
harus memaparkan permasalahan, potensi desa serta usulan/ rencana kerja untuk mengangkat
potensi desa tersebut.


Program Sekolah Pemuda Desa 2019 oleh Komunitas Ketjilbergerak menggandeng
Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT, Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sekolah Pemuda Desa 2019 tersebut di ikuti 20 Tim berasal dari 16 Kabupaten di Jawa
Tengah, atau sebanyak 60 Pemuda. Dalam sekolah tersebut diberikan materi mengenai regulasi
Pengelolaan Keuangan Desa, Potensi pemuda untuk pembangunan dan kemajuan desa, serta
modus- modus dan dampak korupsi dalam pengelolaan dana desa. Output yang diharapkan dari
program ini pemuda desa bisa secara mandiri membuat program dan aksi untuk desanya masing
masing khususnya terkait pemanfaatan dan pengelolaan keuangan desa.
Sekolah Pemuda Desa 2019 dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan tanggal 24
November di Gedung Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta Jalan Parasamya No 16
Beran Kab. Sleman. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Tim Karang Taruna Desa Boloh terdiri dari Fira Puspitarini, Krisna Bayu Saputra dan Dedy
Supriyadi. Dalam paparannya Ketua Tim, Fira Puspitarini mengatakan mengapa Tim mengangkat
tema Pengolahan Kotoran Sapi, dikarenakan keprihatinan bahwa dulu tanah Desa Boloh terkenal “loh” atau subut tetapi sekarang tanah di Desa Boloh sudah tidak
sesubur seperti dulu, terlalu tergantung pada pupuk kimia serta masih banyak peternak Desa
Boloh yang masih dibawah garis kemiskinan. “ Banyak peternak belum tahu manfaat dan potensi
kotoran sapi tersebut. Padahal bila diolah serta di kelola dengan baik maka baik urine serta
kotorannya bisa menjadi sumber penghasilan serta menyuburkan tanah’’, ujar Fira yang juga menjabat
sebagai Bandahara Umum Karang Taruna Desa Boloh. (ani)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*