Pasar Boloh

 

Pasar Tradisional Desa Boloh

Inilah Pasar Boloh, pasar tradisional yang terletak di jantung Desa Boloh. Letaknya begitu strategis. Berada di pertigaan jalan kabupaten, Kandangan – Genengsari dan Kenteng- Gendingan, yang menghubungkan ke desa – desa sekitar Desa Boloh. Karena letaknya dipinggir jalan, maka tak mengherankan kalau setiap hari pasaran akan terjadi kemacetan layaknya pasar tumpah.

Pada awalnya Pasar Boloh merupakan pasar pagi, yakni pasar yang hanya ada aktifitas jual beli pada jam lima sampai jam sepuluh pagi. Setelah itu pasar akan sepi tanpa aktifitas. Pasar ini ramai hanya di dua pasaran Jawa yaitu Pahing dan Kliwon, seolah-olah itu adalah perjanjian tidak tertulis. Sedangkan pasaran Jawa ada lima hari yaitu Pon, Pahing, Wage, Kliwon, dan Legi. Namun seiring perkembangan zaman dan dengan semakin bertambahnya kepadatan penduduk, ramainya pasar tidak hanya di hari Pahing dan Kliwon saja, di lain dua hari tersebut juga ramai meskipun tak seramai di hari pasaran Pahing dan Kliwon. Durasinya pun bertambah dari yang biasanya hanya sampai jam sepuluh pagi, kini hingga adzan Dzuhur berkumandang, tidak mengurangi aktivitas jual beli di Pasar Boloh.

Para pedagang di Pasar Boloh tak hanya warga Desa Boloh saja, banyak juga pedagang berasal dari desa- desa disekitar Desa Boloh. Mereka datang dengan membawa armada sendiri atau berombongan dengan truk, tak ayal meskipun diberikan tempat parkir yang agak jauh dari pasar, namun pasar tetap saja terasa sempit dan semakin melebar hingga ke tempat parkiran yang disediakan.

Seperti pasar tradisional lainnya, di Pasar Boloh banyak tersedia barang – barang kebutuhan sehari – hari. Dari toko kelontong, pupuk dan obat pertanian, pakaian, sayur – mayur, buah, bahkan ayam dan kambing pun juga tersedia. Karena kelengkapan barang –barang tersebut memudahkan masyarakat Desa Boloh dan sekitarnya.Sebagai gambaran, Pasar Boloh sudah dibagi – bagi dari utara para pedagang beras, jagung, dan bekatul. Kemudian kearah selatan barang gerabah, pecah belah, barang – barang perlengkapan rumah tangga. Sebelah timur pedagang pakaian, kemudian di tengah ada pedagang makanan tradisional, pedagang daging ayam. Bergerak ke selatan lagi sebelum jalan besar Gendingan – Kenteng ada pedagang sayur , ikan segar, dan bumbu – bumbu. Sebenarnya para pedagang sayur disediakan tempat di sebelah selatan jalan. Namun para pedagang ini semakin bertambah dari waktu ke waktu sehingga melebar di sisi jalan. Kemudian di sebelah selatan jalan ada pedagang buah dan pedagang sayur. Kearah selatan lagi setelah pedagang sayur, ada pedagang kambing. Sebenarnya tidak hanya kambing saja, namun ada juga ayam dari berbagai umur, bebek, itik dan angsa. karena masyarakat selain bertani mereka juga berternak meski dalam skala rumah tangga, sambil lalu, maka biasanya ayam dan kambing disini juga merupakan bentuk investasi ketika ada rezeki lebih, dan bisa langsung dijual ketika ada kebutuhan mendesak. Kemudian yang paling selatan diisi pedagang pisang yang masih  dalam bentuk tandan. Biasanya setelah pasaran agak siang, puluhan tandan pisang akan diangkut dan dijual ke daerah lain.

 

Pasar Kambing

pedagang gerabah, pecah belah dan perlengkapan rumah tangga

Pedagang beras, jagung, dan bekatul

 

Pedagang pakaian

Ramainya Pasar Boloh ini juga dipengaruhi beberapa faktor, antara lain faktor musim, karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa Boloh adalah petani, maka pada musim panen pasar akan ramai. Apalagi bila hasil pertanian yang dikerjakan sesuai harapan, maka saat itu pula masyarakat akan membeli kebutuhan selain kebutuhan primer juga kebutuhan sekunder. Entah itu bersifat konsumtif maupun sebagai investasi. Pasar Boloh juga akan sangat ramai pada saat mendekati hari raya Idul Fitri. Karena masyarakat akan berburu kebutuhan untuk berhari raya, juga sebagai ajang melepas kerinduan bagi warga Desa Boloh yang sedang pulang merantau atau bagi mereka yang telah menetap di luar kota.

Ada beberapa panganan dari Pasar Boloh yang membuatnya menjadi ciri khas yang mudah diingat antara lain lontong sayur dan keripik tempe. Untuk lontong sayur, sesuai dengan namanya, makanan ini berupa lontong yang disiram kuah sayur santan yang berisi potongan tahu dan tempe serta soun, kemudian disajikan dengan alas daun pembungkus lontongnya tadi yang terbuat dari daun pisang ditambah alas daun jati sebagai penguat. Lontong sayur ini seolah jadi salah satu yang membuat kangen bagi warga boloh dan sekitarnya yang merantau keluar daerah. Karena ketika pulang dari perantauan mereka akan segera mencari lontong sayur ini. Lontong sayur ini bukanlah satu-satunya makanan tradisional khas yang terkenal dari Pasar Boloh. Keripik tempe, seperti keripik tempe lain yang diproduksi oleh mayoritas masyarakat Kabupaten Grobogan, keripik tempe Pasar Boloh memiliki rasa yang khas dengan kerenyahan dan rasa gurihnya bumbu. Ada aneka getuk yang merupakan variasi dari olahan singkong seperti getuk awur, getuk lentho, dan getuk lainnya. Juga kenyol yang terbuat dari pati tapioka, olahan ketan hitam dan ketan putih dengan taburan kelapa. Ada juga aneka umbi-umbian rebus , seperti wi, ketela rambat, gembili, enthik dan sebagainya. Namun seiring berkembangnya zaman, makanan – makanan tersebut menjadi makanan langka bahkan hampir punah karena penggemarnya pun berasal dari generasi tua.

Apabila malam hari Pasar Boloh menjadi pusat aneka jajanan kuliner, tak ketinggalan lontong sayur dan lontong campur saus kacang dijajakan juga. Dari makanan ringan sekedar pengganjal perut juga makanan berat, menjadikan pasar boloh sebagai salah satu referensi saat ingin ”makan diluar”.